Berita Ekonomi
Kelangkaan Minyak Goreng Di Indonesia
Penulis : Fuji Pebiola Awdina - 10821364
Jumat, 29 April 2022
Tangerang, Hingga hari ini mahalnya
harga minyak belum juga terselesaikan. Meroketnya harga minyak goreng ini
menjadi permasalahan besar di indonesia. saat program harga minyak murah
dilaksanakan, menimbulkan masalah lain yaitu kelangkaan minyak. Di berbagai
daerah, masyarakat mengeluh kesulitan akan mendapatkan minyak goreng.
Di minimarket rak-rak
yang biasa tersusun minyak kini menjadi sering terlihat kosong. Pedagang pasar
tradisional maupun warung-warung sembako mengaku tidak menjual minyak goreng
murah. Jika persediaan minyak goreng ada, itu pun dijual dengan harga yang
mahal. Saat ini stok minyak goreng kembali melimpah, tetapi dengan harga yang
sudah melambung tinggi.
Untuk meringankan beban
masyarakat kecil, pemerintah mengadakan bantuan tunai minyak goreng. Selain
itu, pemerintah juga menjalankan subsidi untuk minyak goreng curah.
Peningkatan harga minyak
goreng yang terjadi di indonesia menimbulkan dampak yang cukup meresahkan
masyarakat. Dicatat hingga hari ini, harga minyak goreng dalam 2 liternya rata
rata mencapai harga Rp. 50.000,-. Tak hanya di Ibu Kota tetapi di berbagai
daerah di Indonesia pun mengeluh kesulitan mendapatkan harga minyak goreng yang
normal.
Tampak dilihat diberbagai
rak rak seperti di Supermarket atau di Minimarket minyak yang tersusun dengan
rapih kini tidak terlihat adanya sok minyak goreng.
Pedagang pasar
tradisional maupun agen agen mengaku tidak menjual minyak goreng. Jika agen
maupun pasar tradisional mempunyai stok minyak goreng, dijual dengan harga yang
tidak kalah mahalnya.
Namun tidak sedikit juga
oknum oknum yang menimbun minyak goreng sebanyak banyaknya. Untuk meringankan
beban masyarakat menengah kebawah,
Pemerintah sudah
menyiapkan skema subsidi minyak goreng curah. Subsidi itu diberikan agar
harga minyak goreng curah dipasaran
sesuai dengan harga eceran tertinggi yaitu Rp. 14.000,- per liternya. Untuk
itu, Pemerintah menyiapkan nilai subsidi secara keseluruhan mencapai Rp. 7,6
Triliun untuk setiap 6 bulannya.
Komentar
Posting Komentar